06:15
TEDxToronto 2010

Drew Dudley: Everyday leadership

Drew Dudley: Kepemimpinan sehari-hari

Filmed:

Kita semua telah mengubah kehidupan seseorang -- biasanya tanpa kita sadari. Dalam presentasi lucu ini, Drew Dudley menyerukan kita semua untuk mensyukuri kepemimpinan sebagai tindakan sehari-hari untuk meningkatkan kehidupan orang lain. (Difilmkan di TEDxToronto.)

- Leadership educator
Drew Dudley believes leadership is not a characteristic reserved for the extraordinary. He works to help people discover the leader within themselves. Full bio

How many of you are completely comfortable
Siapa dari Anda yang merasa nyaman
00:16
with calling yourselves a leader?
untuk menyebut dirinya pemimpin?
00:17
See, I've asked that question all the way across the country,
Anda lihat, saya menanyakan hal seperti itu di seluruh negara ini
00:20
and everywhere I ask it, no matter where,
dan di manapun saya bertanya,
00:23
there's always a huge portion of the audience that won't put up their hand.
selalu ada banyak penonton yang tidak akan mengangkat tangan.
00:25
And I've come to realize that we have made leadership
Dan saya mulai menyadari bahwa kita telah membuat kepemimpinan
00:28
into something bigger than us.
sebagai sesuatu yang lebih besar.
00:30
We've made into something beyond us.
sesuatu di luar jangkauan kita.
00:31
We've made it about changing the world.
Kita menganggapnya seperti mengubah dunia..
00:33
And we've taken this title of leader, and we treat it
Dan kita mengambil status pemimpin ini dan menganggapnya
00:35
as if it's something that one day we're going to deserve,
sebagai suatu hal yang suatu hari akan layak kita dapatkan,
00:37
but to give it to ourselves right now
namun mengatakan bahwa sekarang kita sudah layak
00:40
means a level of arrogance or cockiness that we're not comfortable with.
menunjukkan sikap congkak atau sombong yang kurang sedap.
00:42
And I worry sometimes that we spend so much time
Dan saya khawatir terkadang kita terlalu menghabiskan waktu
00:45
celebrating amazing things that hardly anybody can do
mensyukuri hal-hal luar biasa yang hampir tidak dapat dilakukan orang lain
00:47
that we've convinced ourselves that those are
sehingga kita menjadi yakin bahwa hanya itulah
00:51
the only things worth celebrating, and we start to
yang layak disyukuri, dan kita mulai
00:52
devalue the things that we can do every day, and we start
tidak menghargai hal yang dapat kita lakukan setiap hari, dan mulai mengabaikan
00:54
to take moments where we truly are a leader
saat-saat di mana kita menjadi pemimpin yang sesungguhnya
00:56
and we don't let ourselves take credit for it,
dan kita tidak merasa berjasa,
00:59
and we don't let ourselves feel good about it.
dan tidak membuat kita merasa bangga akan hal itu.
01:01
And I've been lucky enough over the last
Dan saya cukup beruntung karena selama
01:02
10 years to work with some amazing people
10 tahun terakhir dapat bekerja dengan orang-orang luar biasa
01:04
who have helped me redefine leadership in a way
yang membantu saya mengartikan kembali kepemimpinan
01:06
that I think has made me happier.
dengan cara yang telah membuat saya lebih bahagia.
01:07
And with my short time today, I just want to share with you
Dan di waktu yang singkat ini, saya hanya ingin berbagi
01:09
the one story that is probably most responsible for that redefinition.
cerita yang mungkin paling berperan dalam pemaknaan ulang kepemimpinan itu.
01:11
I went to school in a little school called
Saya bersekolah di sekolah kecil yang bernama
01:16
Mount Allison University in Sackville, New Brunswick,
Universitas Mount Allison d Sackville, New Brunswick,
01:18
and on my last day there, a girl came up to me
dan di hari terakhir sekolah, seorang perempuan mendatangi saya
01:20
and she said, "I remember the first time that I met you."
dan berkata, "Saya ingat pertama kali saya bertemu denganmu."
01:22
And then she told me a story that had happened four years earlier.
Lalu dia menceritakan kisah yang terjadi 4 tahun sebelumnya.
01:25
She said, "On the day before I started university,
Dia berkata, "Sebelum saya masuk ke universitas ini,
01:28
I was in the hotel room with my mom and my dad, and
saya berada di kamar hotel dengan orang tua saya
01:31
I was so scared and so convinced that I couldn't do this,
dan saya sangat takut dan yakin bahwa saya tidak akan bisa,
01:33
that I wasn't ready for university, that I just burst into tears.
saya tidak siap untuk masuk universitas, sehingga saya menangis.
01:36
And my mom and my dad were amazing. They were like,
Ayah dan ibu saya sangat hebat. Mereka seperti berkata,
01:39
'Look, we know you're scared, but let's just go tomorrow.
"Kami tahu kau takut, namun esok mari kita tetap pergi.
01:40
Let's go to the first day, and if at any point
Kita pergi pada hari pertama, dan jika
01:43
you feel as if you can't do this, that's fine, just tell us,
kamu merasa kamu tidak bisa, tidak apa-apa, katakan saja,
01:45
we will take you home. We love you no matter what.'"
kita akan pulang bersama. Bagaimanapun juga kami tetap mencintaimu."
01:48
And she says, "So I went the next day
Dan dia berkata, "Jadi keesokan harinya saya pergi
01:50
and I was standing in line getting ready for registration,
dan saya mengantri untuk pendaftaran,
01:51
and I looked around and I just knew I couldn't do it.
saya melihat sekeliling dan saya tahu kalau saya tidak akan bisa.
01:54
I knew I wasn't ready. I knew I had to quit."
Saya tahu saya tidak siap dan harus keluar."
01:56
And she says, "I made that decision, and as soon as I made it,
Lalu dia berkata, "Saya sudah memutuskan, dan segera setelah saya memutuskannya,
01:58
there was this incredible feeling of peace that came over me.
saya diliputi perasaan damai yang luar biasa.
02:00
And I turned to my mom and my dad to tell them
Dan saya berpaling ke orang tua saya untuk mengatakan
02:02
that we needed to go home, and just at that moment,
bahwa kita harus pulang, dan tepat pada saat itu,
02:04
you came out of the Student Union building
kau datang dari gedung ikatan Mahasiswa
02:06
wearing the stupidest hat I have ever seen in my life." (Laughter)
dengan memakai topi paling bodoh yang pernah saya lihat." (Tawa)
02:08
"It was awesome.
"Benar-benar luar biasa,
02:12
And you had a big sign promoting Shinerama,
dengan papan besar mempromosikan Shimerama,
02:13
which is Students Fighting Cystic Fibrosis,"
yaitu para siswa yang berjuang melawan Fibrosis Sistik,"
02:15
— a charity I've worked with for years —
-- yayasan amal di mana saya telah bekerja selama bertahun-tahun --
02:17
"and you had a bucketful of lollipops.
"dan kau memegang seember permen loli.
02:18
And you were walking along and you were handing the lollipops out
Kau berjalan dan membagikan permen loli itu
02:20
to people in line and talking about Shinerama.
kepada orang-orang yang sedang mengantri dan mempromosikan Shimerama.
02:22
And all of a sudden, you got to me, and you just stopped,
Dan tiba-tiba, kau melihat saya, berhenti, dan melototi saya.
02:25
and you stared. It was creepy." (Laughter)
Cukup menyeramkan." (Tawa)
02:28
This girl right here knows exactly what I'm talking about. (Laughter)
Perempuan ini sungguh tahu apa yang saya katakan saat itu. (Tawa)
02:32
"And then you looked at the guy next to me,
"Lalu kau melihat pria di sebelah saya,
02:35
and you smiled, and you reached in your bucket, and you pulled
tersenyum, mengambil satu permen loli
02:37
out a lollipop, and you held it out to him, and you said,
memberikannya kepada pria itu dan berkata,
02:38
'You need to give a lollipop to the beautiful woman standing next to you.'"
"Tolong berikan permen loli ini kepada sang wanita cantik di sebelahmu."
02:41
And she said, "I have never seen anyone get more embarrassed faster in my life.
Lalu perempuan itu berkata, "Saya belum pernah melihat orang menjadi tersipu malu secepat itu.
02:44
He turned beet red, and he wouldn't even look at me.
Wajahnya menjadi merah, dia bahkan tidak melihat saya.
02:49
He just kind of held the lollipop out like this." (Laughter)
Dia hanya memegang permen loli itu seperti ini." (Tawa)
02:50
"And I felt so bad for this dude that I took the lollipop,
"Dan saya merasa tidak enak kepada pria ini,
02:54
and as soon as I did, you got this incredibly severe look
dan segera setelah itu, wajah saya menerima tatapan yang sangat aneh
02:57
on your face and you looked at my mom and my dad,
lalu saya melihat kepada orang tua saya
02:59
and you said, 'Look at that. Look at that.
dan berkata, "Lihatlah.
03:01
First day away from home, and already she's taking candy
Pertama kalinya jauh dari rumah dan dia sudah mendapat permen
03:03
from a stranger?!'" (Laughter)
dari orang asing?!" (Tawa)
03:06
And she said, "Everybody lost it. Twenty feet in every
Dan dia berakta, "Semua orang yang berada 20 kaki dari aya,
03:09
direction, everyone started to howl.
semua mulai terbahak.
03:12
And I know this is cheesy, and I don't know why I'm telling you this,
Saya tahu ini hal sepele, dan saya tidak tahu mengapa saya mengatakan hal ini
03:14
but in that moment when everyone was laughing,
namun saat di mana semua orang tertawa itulah,
03:16
I knew that I shouldn't quit.
saya tahu saya tidak boleh berhenti.
03:18
I knew that I was where I was supposed to be,
Saya tahu inilah tempat saya yang seharusnya,
03:20
and I knew that I was home, and I haven't spoken to you
dan saya tahu saya berada di rumah, namun saya belum pernah berbicara denganmu
03:22
once in the four years since that day,
sekalipun selama 4 tahun sejak hari itu,
03:24
but I heard that you were leaving,
namun saya dengar kau akan pergi
03:26
and I had to come up and tell you that you've been
dan saya harus datang dan mengatakan bahwa kau telah menjadi
03:28
an incredibly important person in my life, and I'm going to miss you. Good luck."
orang yang sangat penting dalam hidup saya, dan saya akan merindukanmu. Sampai jumpa."
03:30
And she walks away, and I'm flattened.
Lalu dia pergi, saya sangat tersanjung.
03:34
And she gets about six feet away, she turns around and smiles, and goes,
Setelah berjalan sejauh 6 kaki, dia berbalik dan tersenyum, dan berkata
03:36
"You should probably know this, too.
"Mungkin kau juga tahu,
03:39
I'm still dating that guy four years later." (Laughter)
saya masin berkencan dengan pria ini 4 tahun kemudian." (Tawa)
03:40
A year and a half after I moved to Toronto,
Satu setengah tahun setelah saya pindah ke Toronto,
03:44
I got an invitation to their wedding.
saya menerima undangan pernikahan mereka.
03:47
Here's the kicker. I don't remember that.
Inilah intinya. Saya tidak ingat akan hal itu.
03:50
I have no recollection of that moment,
Saya tidak ingat kejadian saat itu
03:52
and I've searched my memory banks, because that is funny
dan saya mencoba mencari dalam ingatan saya, karena hal itu lucu
03:54
and I should remember doing it, and I don't remember it.
dan seharusnya saya mengingatnya, namun ternyata tidak.
03:56
And that was such an eye-opening, transformative moment
Dan itu adalah hal yang membuka mata dan mengubah saya
03:59
for me to think that maybe the biggest impact I'd ever had
untuk berpikir bahwa mungkin dampak terbesar yang pernah saya lakukan
04:01
on anyone's life, a moment that had a woman walk up
dalam hidup orang lain, saat di mana seorang wanita datang
04:04
to a stranger four years later and say,
kepada orang asing 4 tahun kemudian dan berkata,
04:06
"You've been an incredibly important person in my life,"
"Kau telah menjadi orang yang sangat penting dalam kehidupan saya,"
04:08
was a moment that I didn't even remember.
terjadi saat yang saya sendiri tidak ingat.
04:10
How many of you guys have a lollipop moment,
Siapa dari Anda yang pernah mendapatkan momen permen loli itu,
04:12
a moment where someone said something or did something
saat seseorang mengatakan atau melakukan sesuatu
04:14
that you feel fundamentally made your life better?
yang membuat hidup Anda menjadi lebih baik?
04:16
All right. How many of you have told that person they did it?
Baiklah. Siapa dari Anda yang mengatakan kepada orang itu?
04:18
See, why not? We celebrate birthdays,
Mengapa tidak? Kita merayakan ulang tahun,
04:23
where all you have to do is not die for 365 days — (Laughter) —
dimana yang perlu Anda lakukan hanyalah bertahan hidup selama 365 hari -- (Tawa)
04:25
and yet we let people who have made our lives better
namun kita membiarkan orang-orang yang menjadikan hidup kita lebih baik
04:29
walk around without knowing it.
berjalan tanpa mengetahui hal itu.
04:31
And every single one of you, every single one of you
Anda masing-masing
04:33
has been the catalyst for a lollipop moment.
telah menjadi pendorong saat permen loli itu.
04:35
You have made someone's life better by something
Anda telah membuat kehidupan seseorang menjadi lebih baik
04:37
that you said or that you did, and if you think you haven't,
dengan hal yang Anda lakukan atau ucapkan, dan jika Anda merasa Anda tidak melakukannya
04:38
think about all the hands that didn't go back up when I asked that question.
pikirkan semua tangan yang tidak naik saat saya bertanya.
04:41
You're just one of the people who hasn't been told.
Anda hanyalah salah satu orang yang belum diberi tahu.
04:44
But it is so scary to think of ourselves as that powerful.
Namun sangat mengerikan untuk berpikir bahwa kita begitu hebat.
04:45
It can be frightening to think that we can matter that much
Sangat menakutkan untuk berpikir bahwa kita dapat membuat dampak sebesar itu
04:48
to other people, because as long as we make leadership something bigger than us,
bagi orang lain, karena selama kita masih membesar-besarkan kepemimpinan,
04:50
as long as we keep leadership something beyond us,
selama kita masih menganggapnya di luar jangkauan kita,
04:54
as long as we make it about changing the world,
selama kita menganggapnya sebagai pengubah dunia,
04:56
we give ourselves an excuse not to expect it
kita memberi alasann bagi diri kita untuk tidak mengharapkannya
04:57
every day from ourselves and from each other.
baik dari diri kita maupun dari orang lain.
04:59
Marianne Williamson said, "Our greatest fear is not that we are inadequate.
Marianne Williamson berkata, "Ketakutan terbesar kita bukanlah bahwa kita tidak layak.
05:02
Our greatest fear is that we are powerful beyond measure.
Ketakutan terbesar kita adalah kita menjadi sangat hebat.
05:05
It is our light, and not our darkness, that frightens us."
Terang kita, bukan kegelapan kita yang menakuti kita."
05:07
And my call to action today is that we need to get over that.
Dan seruan saya hari ini adalah bahwa kita harus mengatasi hal itu.
05:10
We need to get over our fear of how extraordinarily
Kita harus mengatasi ketakutan akan seberapa hebatnya
05:13
powerful we can be in each other's lives.
kita dalam kehidupan orang lain.
05:15
We need to get over it so we can move beyond it, and our
Kita harus mengatasinya sehingga kita dapat melampaui hal itu,
05:16
little brothers and our little sisters, and one day our kids --
dan adik laki-laki dan perempuan kita, dan pada suatu hari anak-anak kita, --
05:19
or our kids right now -- can watch and start to value
atau anak-anak kita sekarang -- dapat mulai melihat dan menghargai
05:22
the impact we can have on each other's lives
dampak yang kita dapat berikan kepada kehidupan orang lain
05:24
more than money and power and titles and influence.
lebih dari uang, kekuasaan, gelar, maupun pengaruh.
05:26
We need to redefine leadership as being about lollipop moments,
Kita harus mengartikan kembali kepemimpinan seperti momen loli itu,
05:29
how many of them we create, how many of them we acknowledge,
seberapa banyak momen loli yang kita ciptakan, yang kita akui,
05:32
how many of them we pay forward, and how many of them we say thank you for.
yang kita ingat, dan yang kita syukuri
05:35
Because we've made leadership about changing the world,
Karena kita telah membuat kepemimpinan sebagai pengubah dunia,
05:38
and there is no world. There's only six billion understandings of it,
dan dunia itu tidak ada. Hanya ada 6 miliar pemahaman akan dunia
05:41
and if you change one person's understanding of it,
dan jika Anda mengubah pandangan seseorang akan hal itu,
05:44
one person's understanding of what they're capable of,
pandangan seseorang akan apa yang dapat mereka lakukan,
05:46
one person's understanding of how much people care about them,
pandangan seseorang akan berapa banyak orang yang peduli pada mereka,
05:48
one person's understanding of how powerful an agent
pandangan seseorang akan betapa mereka dapat menjadi perantara perubahan
05:50
for change they can be in this world, you've changed the whole thing.
di dunia ini, Anda telah mengubah semuanya.
05:53
And if we can understand leadership like that,
Dan jika kita dapat memahami kepemimpinan seperti itu,
05:56
I think if we can redefine leadership like that,
jika kita dapat memaknai ulang kepemimpinan seperti itu,
05:59
I think we can change everything.
saya rasa kita dapat mengubah semuanya.
06:01
And it's a simple idea, but I don't think it's a small one,
Dan ini adalah gagasan sederhana, namun saya rasa bukan gagasan kecil
06:03
and I want to thank you all so much for letting me share it with you today.
dan saya ingin berterima kasih telah mengijinkan saya berbagi gagasan ini pada hari ini.
06:06
Translated by Antonius Yudi Sendjaja
Reviewed by Alia Makki

▲Back to top

About the Speaker:

Drew Dudley - Leadership educator
Drew Dudley believes leadership is not a characteristic reserved for the extraordinary. He works to help people discover the leader within themselves.

Why you should listen

Drew Dudley’s interest in developing people’s leadership began when he was the Leadership Development coordinator at the University of Toronto, Scarborough. In 2010 he founded Nuance Leadership Development Services, a company that creates leadership curricula for communities, organizations and individuals -- a subject on which he also speaks widely.

More profile about the speaker
Drew Dudley | Speaker | TED.com