14:02
TED2013

Rose George: Let's talk crap. Seriously.

Rose George: Ini serius. Mari kita bicara kotor.

Filmed:

Saat ini tahun 2013, namun 2,5 milyar orang di dunia masih tidak memiliki akses ke toilet yang bersih. Dan jika tidak ada toilet, di mana Anda akan buang air? Di jalanan, mungkin dekat sumber air dan makanan Anda -- dan berdampak pada kematian dan penyakit dari pencemaran yang luar biasa. Bersiaplah untuk presentasi yang blak-blakan, lucu, dan luar biasa dari jurnalis Rose George tentang masalah yang sebelumnya tidak boleh disebutkan.

- Curious journalist
Rose George looks deeply into topics that are unseen but fundamental, whether that's sewers or latrines or massive container ships or pirate hostages or menstrual hygiene. Full bio

Let's talk dirty.
Mari kita bicara kotor.
00:12
A few years ago, oddly enough,
Beberapa tahun lalu, anehnya,
00:16
I needed the bathroom,
saya ingin pergi ke kamar kecil,
00:19
and I found one, a public bathroom,
dan saya menemukan sebuah kamar kecil umum,
00:22
and I went into the stall,
masuk ke dalamnya
00:25
and I prepared to do what I'd done most of my life:
dan bersiap melakukan apa yang telah saya lakukan selama hidup saya:
00:27
use the toilet, flush the toilet, forget about the toilet.
menggunakannya, menyiram, lalu melupakannya.
00:31
And for some reason that day, instead,
Namun karena alasan tertentu,
00:35
I asked myself a question,
saya malah bertanya pada diri sendiri,
00:37
and it was, where does this stuff go?
ke mana benda-benda ini pergi?
00:39
And with that question, I found myself plunged
Dari pertanyaan itu, akhirnya saya menerjunkan diri
00:43
into the world of sanitation --
ke dalam dunia sanitasi --
00:47
there's more coming -- (Laughter) —
masih ada lagi -- (Tawa) ---
00:51
sanitation, toilets and poop,
sanitasi, toilet, dan kotoran,
00:53
and I have yet to emerge.
dan saya belum muncul di sana.
00:57
And that's because it's such an enraging,
Itu karena tempat ini sangat menyebalkan
01:00
yet engaging place to be.
namun juga menarik.
01:03
To go back to that toilet,
Kembali ke kamar kecil tadi,
01:06
it wasn't a particularly fancy toilet,
itu bukan kamar kecil yang keren,
01:09
it wasn't as nice as this one
tidak sebagus toilet
01:12
from the World Toilet Organization.
dari "Organisasi Toilet Dunia" (WTO) ini.
01:13
That's the other WTO. (Laughter)
Itu adalah WTO lain." (Tawa)
01:16
But it had a lockable door, it had privacy, it had water,
Namun pintunya bisa dikunci, ada privasi, dan ada air,
01:21
it had soap so I could wash my hands,
ada sabun sehingga saya dapat mencuci tangan,
01:24
and I did because I'm a woman, and we do that.
dan saya melakukannya karena saya perempuan, dan kami mencuci tangan.
01:27
(Laughter) (Applause)
(Tawa) (Tepuk tangan)
01:30
But that day, when I asked that question,
Namun hari itu, ketika saya bertanya,
01:35
I learned something, and that was that I'd grown up thinking
saya belajar sesuatu, yaitu bahwa saya besar dengan anggapan
01:38
that a toilet like that was my right,
bahwa toilet seperti itu adalah hak saya,
01:40
when in fact it's a privilege.
ketika sebenarnya itu adalah sebuah hak istimewa.
01:43
2.5 billion people worldwide have no adequate toilet.
2.5 milyar orang di seluruh dunia tidak memiliki toilet yang layak.
01:46
They don't have a bucket or a box.
Tidak ada ember maupun kotak..
01:51
Forty percent of the world with no adequate toilet.
40% dari dunia tidak memiliki toilet yang layak.
01:55
And they have to do what this little boy is doing
Dan mereka harus melakukan apa yang dilakukan anak laki-laki kecil
01:59
by the side of the Mumbai Airport expressway,
di pinggir jalan tol Bandara Mumbai ini,
02:02
which is called open defecation,
yaitu buang air besar
02:05
or poo-pooing in the open.
di tempat terbuka.
02:07
And he does that every day,
Dan dia melakukannya setiap hari,
02:11
and every day, probably, that guy in the picture
dan setiap hari, mungkin saja, pria dalam gambar itu
02:13
walks on by,
berjalan melintas,
02:15
because he sees that little boy, but he doesn't see him.
karena dia melihat anak laki-laki kecil itu, namun dia tidak melihatnya.
02:17
But he should, because the problem
Namun seharusnya dia melihat,
02:21
with all that poop lying around
karena kotoran yang berserakan itu
02:23
is that poop carries passengers.
membawa penumpang-penumpang.
02:25
Fifty communicable diseases like to travel in human shit.
50 penyakit menular cenderung berpindah melalui kotoran manusia.
02:28
All those things, the eggs, the cysts,
Semua hal, telur-telur, kista-kista,
02:32
the bacteria, the viruses, all those can travel
bakteri-bakteri, virus-virus, semua dapat berpindah
02:35
in one gram of human feces.
dalan 1 gram kotoran manusia.
02:38
How? Well, that little boy will not have washed his hands.
Lalu? Nah, anak laki-laki kecil itu tidak akan mencuci tangannya.
02:41
He's barefoot. He'll run back into his house,
Dia bertelanjang kaki. Dia akan berlari pulang ke rumahnya,
02:45
and he will contaminate his drinking water and his food
dan dia akan mencemari air minum, makanan
02:47
and his environment
dan lingkungannya
02:51
with whatever diseases he may be carrying
dengan segala penyakit yang mungkin saja dibawanya
02:52
by fecal particles that are on his fingers and feet.
melalui partikel kotoran yang ada di jari-jari tangan dan di kedua kakinya.
02:55
In what I call the flushed-and-plumbed world
Dalam apa yang saya sebut dengan dunia siram-dan-pipa
03:00
that most of us in this room are lucky to live in,
di mana kebanyakan dari kita di ruangan ini cukup beruntung bisa berada di dalamnya,
03:03
the most common symptoms associated with those diseases,
gejala-gejala umum yang berhubungan dengan penyakit-penyakit itu,
03:05
diarrhea, is now a bit of a joke.
seperti diare, nampak seperti lelucon.
03:08
It's the runs, the Hershey squirts, the squits.
Itulah diare.
03:11
Where I come from, we call it Delhi belly,
Di tempat asal saya, ini disebut "perut" Delhi,
03:15
as a legacy of empire.
sebuah peninggalan dari kerajaan.
03:17
But if you search for a stock photo of diarrhea
Namun jika Anda mencari foto tentang diare
03:19
in a leading photo image agency,
di agen foto terkemuka,
03:23
this is the picture that you come up with.
inilah foto yang akan Anda dapatkan.
03:26
(Laughter)
(Tawa)
03:28
Still not sure about the bikini.
Saya masih tidak yakin tentang bikini itu.
03:30
And here's another image of diarrhea.
Dan inilah gambar tentang diare yang lain.
03:35
This is Marie Saylee, nine months old.
Inilah Marie Saylee, bayi berusia 9 bulan.
03:37
You can't see her, because she's buried
Anda tidak dapat melihatnya karena dia telah dimakamkan
03:41
under that green grass in a little village in Liberia,
di bawah rerumputan hijau di sebuah desa kecil di Liberia
03:42
because she died in three days from diarrhea --
karena dia meninggal tiga tahun yang lalu karena diare --
03:46
the Hershey squirts, the runs, a joke.
diare itu, lelucon itu.
03:49
And that's her dad.
Dan itulah ayahnya.
03:53
But she wasn't alone that day,
Namun dia tidak sendirian hari itu
03:55
because 4,000 other children died of diarrhea,
karena 4.000 anak lainnya meninggal karena diare
03:57
and they do every day.
setiap harinya.
04:01
Diarrhea is the second biggest killer of children worldwide,
Diare adalah pembunuh anak-anak terbesar kedua di dunia,
04:03
and you've probably been asked to care about things
dan anda mungkin diajak untuk memperhatikan hal-hal
04:08
like HIV/AIDS or T.B. or measles,
seperti HIV/AIDS, TBC, atau campak,
04:11
but diarrhea kills more children
namun diare membunuh lebih banyak anak-anak
04:14
than all those three things put together.
dibandingkan gabungan dari ketiga penyakit itu.
04:16
It's a very potent weapon of mass destruction.
Diare adalah senjata pemusnah massal yang sangat ampuh.
04:19
And the cost to the world is immense:
Dan kerugian karena diare di seluruh dunia sangat besar:
04:24
260 billion dollars lost every year
260 milyar dolar setiap tahunnya
04:27
on the losses to poor sanitation.
karena sanitasi yang buruk.
04:29
These are cholera beds in Haiti.
Inilah bangsal penyakit kolera di Haiti.
04:32
You'll have heard of cholera, but we don't hear about diarrhea.
Anda pasti pernah mendengar tentang kolera, namun tidak pernah mendengar tentang diare.
04:34
It gets a fraction of the attention and funding
Diare memperoleh dana dan perhatian yang lebih sedikit
04:37
given to any of those other diseases.
dibandingkan penyakit-penyakit lainnya.
04:40
But we know how to fix this.
Namun kita tahu cara memperbaikinya.
04:43
We know, because in the mid-19th century,
Kita tahu, karena di pertengahan abad ke-19
04:46
wonderful Victorian engineers
para insinyur Victoria yang luar biasa
04:49
installed systems of sewers and wastewater treatment
memasang sistem selokan dan pengolahan air limbah
04:52
and the flush toilet, and disease dropped dramatically.
dengan toilet siram, dan penyakit ini berkurang drastis.
04:54
Child mortality dropped by the most
Terjadi penurunan kematian anak
04:59
it had ever dropped in history.
yang terbesar dalam sejarah.
05:01
The flush toilet was voted the best medical advance
Toilet siram dipilih sebagai kemajuan kedokteran terhebat
05:03
of the last 200 years by the readers of the British Medical Journal,
dalam 200 tahun terakhir oleh para pembaca Jurnal Kedokteran Inggris,
05:06
and they were choosing over the Pill, anesthesia,
mengalahkan pil obat, obat bius,
05:09
and surgery.
dan operasi.
05:12
It's a wonderful waste disposal device.
Ini adalah alat pembuangan yang mengagumkan.
05:14
But I think that it's so good — it doesn't smell,
Saya rasa alat ini luar biasa -- bahkan tidak berbau,
05:16
we can put it in our house, we can lock it behind a door —
sehingga kita dapat menaruhnya di rumah, menguncinya di belakang pintu --
05:20
and I think we've locked it out of conversation too.
dan saya rasa kita tidak membicarakannya lagi.
05:23
We don't have a neutral word for it.
Saya tidak tahu kata yang tepat.
05:26
Poop's not particularly adequate.
"Kotoran" tidak benar-benar cocok.
05:27
Shit offends people. Feces is too medical.
"Tahi" akan membuat orang marah. "Feses" terlalu medis.
05:29
Because I can't explain otherwise,
Karena jika tidak saya tidak dapat menjelaskan
05:33
when I look at the figures, what's going on.
apa yang terjadi saat saya melihat gambar itu.
05:36
We know how to solve diarrhea and sanitation,
Kita tahu cara mengatasi diare dan sanitasi,
05:39
but if you look at the budgets of countries,
namun jika Anda melihat anggaran dari
05:42
developing and developed,
negara maju dan negara berkembang,
05:44
you'll think there's something wrong with the math,
Anda akan merasa ada yang salah dengan perhitungannya,
05:46
because you'll expect absurdities like
karena Anda akan menemukan keanehan seperti
05:49
Pakistan spending 47 times more on its military
Pakistan menghabiskan uang 47 kali lebih banyak untuk militer
05:52
than it does on water and sanitation,
dibandingkan untuk air bersih dan sanitasi,
05:55
even though 150,000 children die of diarrhea
walaupun setiap tahunnya 150.000 anak-anak
05:57
in Pakistan every year.
meninggal dunia di Pakistan karena diare.
06:00
But then you look at that already minuscule
Kemudian Anda melihat pada anggaran air bersih dan sanitasi
06:02
water and sanitation budget,
yang sangat kecil itu,
06:04
and 75 to 90 percent of it will go on clean water supply,
itupun 75 hingga 90 persen akan dipakai untuk pasokan air bersih,
06:06
which is great; we all need water.
yang memang layak, kita perlu air bersih.
06:09
No one's going to refuse clean water.
Tidak akan ada yang menolak air bersih.
06:11
But the humble latrine, or flush toilet,
Namun toilet yang layak atau toilet siram itu,
06:13
reduces disease by twice as much
mengurangi penyakit dua kali lebih banyak
06:16
as just putting in clean water.
dibandingkan memasukkan air bersih.
06:19
Think about it. That little boy
Bayangkan. Anak kecil yang berlari pulang
06:21
who's running back into his house,
ke rumahnya tadi,
06:22
he may have a nice, clean fresh water supply,
mungkin memiliki pasokan air bersih yang baik,
06:24
but he's got dirty hands that he's going to contaminate his water supply with.
namun dia akan minum air itu dengan tangannya yang kotor.
06:26
And I think that the real waste of human waste
Dan saya rasa pemborosan sesungguhnya dari kotoran manusia
06:31
is that we are wasting it as a resource
adalah kita tidak menggunakannya sebagai sumber daya
06:34
and as an incredible trigger for development,
dan sebagai pemicu kemajuan yang luar biasa
06:37
because these are a few things that toilets
karena ada beberapa hal yang dapat dilakukan
06:41
and poop itself can do for us.
kotoran dan toilet untuk kita.
06:43
So a toilet can put a girl back in school.
Toilet dapat membuat anak-anak perempuan kembali bersekolah.
06:46
Twenty-five percent of girls in India drop out of school
25 persen anak perempuan di India putus sekolah
06:49
because they have no adequate sanitation.
karena tidak memiliki sanitasi yang baik.
06:52
They've been used to sitting through lessons
Mereka sudah terbiasa duduk selama pelajaran
06:55
for years and years holding it in.
sambil menahan buang air selama bertahun-tahun.
06:57
We've all done that, but they do it every day,
Kita semua melakukannya, namun mereka melakukanya setiap hari,
07:00
and when they hit puberty and they start menstruating,
dan saat mereka mencapai usia akil balik dan mendapat haid,
07:03
it just gets too much.
mereka tidak dapat menahannya lagi.
07:05
And I understand that. Who can blame them?
Saya paham akan hal itu. Siapa yang bisa menyalahkan mereka?
07:08
So if you met an educationalist and said,
Jadi jika Anda bertemu seorang pengajar dan berkata,
07:11
"I can improve education attendance rates by 25 percent
"Saya dapat meningkatkan kehadiran siswa sebesar 25 persen
07:13
with just one simple thing,"
hanya dengan satu hal sederhana,"
07:16
you'd make a lot of friends in education.
Anda akan mendapat banyak teman pengajar.
07:18
That's not the only thing it can do for you.
Bukan hanya itu saja yang dapat diberikan oleh kotoran.
07:21
Poop can cook your dinner.
Kotoran dapat memasak makan malam Anda.
07:24
It's got nutrients in it.
Kotoran mengandung nutrisi.
07:27
We ingest nutrients. We excrete nutrients as well.
Kita menyerap dan juga mengeluarkan nutrisi.
07:28
We don't keep them all.
Kita tidak menyimpan semua nutrisi itu.
07:31
In Rwanda, they are now getting
Di Rwanda, kini 75 persen bahan bakar
07:33
75 percent of their cooking fuel in their prison system
untuk memasak di penjara mereka
07:35
from the contents of prisoners' bowels.
berasal dari kotoran para tahanan.
07:38
So these are a bunch of inmates in a prison in Butare.
Inilah sekelompok tahanan di sebuah penjara di Butare.
07:41
They're genocidal inmates, most of them,
Kebanyakan adalah pelaku pembantaian etnis,
07:45
and they're stirring the contents of their own latrines,
dan mereka mengaduk isi kamar kecil mereka sendiri
07:47
because if you put poop in a sealed environment, in a tank,
karena jika Anda menaruh kotoran di lingkungan tertutup, di dalam tangki,
07:51
pretty much like a stomach,
itu hampir sama seperti perut,
07:54
then, pretty much like a stomach, it gives off gas,
dan sama seperti perut, kotoran itu menghasilkan gas
07:56
and you can cook with it.
dan Anda dapat memasak dengan gas itu.
07:59
And you might think it's just good karma
Mungkin Anda hanya merasa ini adalah karma baik
08:01
to see these guys stirring shit,
saat melihat orang-orang ini mengaduk kotoran,
08:03
but it's also good economic sense,
namun hal ini juga bagus secara ekonomi
08:06
because they're saving a million dollars a year.
karena mereka menghemat satu juta dolar setiap tahunnya.
08:08
They're cutting down on deforestation,
Mereka mengurangi penggundulan hutan
08:10
and they've found a fuel supply that is inexhaustible,
dan mereka mendapat sumber bahan bakar yang tidak akan habis,
08:12
infinite and free at the point of production.
tidak terbatas, dan gratis langsung dari sumbernya.
08:15
It's not just in the poor world that poop can save lives.
Kotoran dapat menyelamatkan jiwa manusia tidak hanya di negara miskin.
08:20
Here's a woman who's about to get a dose
Wanita di sini akan menerima
08:23
of the brown stuff in those syringes,
benda coklat di dalam suntikan itu,
08:25
which is what you think it is,
benda yang Anda pikirkan,
08:27
except not quite, because it's actually donated.
namun tidak sama persis, karena benda itu disumbangkan.
08:29
There is now a new career path called stool donor.
Kini ada jenjang karir baru bernama pendonor kotoran,
08:32
It's like the new sperm donor.
yang seperti donor sperma versi baru.
08:35
Because she has been suffering from a superbug called C. diff,
Karena wanita itu mengidap penyakit akibat kuman super bernama C. diff
08:36
and it's resistant to antibiotics in many cases.
yang dalam banyak kasus kebal terhadap antibiotik.
08:39
She's been suffering for years.
Dia sudah mengidap penyakit itu selama bertahun-tahun.
08:43
She gets a dose of healthy human feces,
Dia disuntik dengan kotoran manusia sehat
08:44
and the cure rate for this procedure is 94 percent.
dan laju kesembuhan dari praktek ini adalah 94 persen.
08:48
It's astonishing, but hardly anyone is still doing it.
Ini luar biasa, namun hampir tidak ada yang melakukannya saat ini.
08:52
Maybe it's the ick factor.
Mungkin karena jijik.
08:56
That's okay, because there's a team of research scientists
Tidak apa-apa, karena ada sekelompok ilmuwan peneliti
08:58
in Canada who have now created a stool sample,
di Kanada yang kini menciptakan contoh kotoran palsu
09:01
a fake stool sample which is called RePOOPulate.
yand disebut "RePOOPulate."
09:04
So you'd be thinking by now, okay, the solution's simple,
Jadi mungkin kini Anda berpikir, jalan keluarnya mudah,
09:07
we give everyone a toilet.
mari kita berikan toilet kepada semua orang.
09:09
And this is where it gets really interesting,
Dan di sinilah hal ini menjadi menarik
09:11
because it's not that simple, because we are not simple.
karena ternyata tidak semudah itu, kita tidak sesederhana itu.
09:13
So the really interesting, exciting work --
Jadi pekerjaan yang paling menarik --
09:16
this is the engaging bit -- in sanitation is that
dan ini bagian menariknya -- dalam sanitasi
09:20
we need to understand human psychology.
adalah kita harus memahami psikologi manusia.
09:23
We need to understand software
Kita harus memahami piranti lunak
09:26
as well as just giving someone hardware.
dan juga memberikan piranti keras kepada mereka.
09:28
They've found in many developing countries that
Mereka menemukan bahwa di banyak negara berkembang,
09:30
governments have gone in and given out free latrines
pemerintah telah memberikan toilet gratis
09:32
and gone back a few years later and found that they've
dan beberapa tahun kemudian saat mereka melihat kembali, mereka menemukan
09:35
got lots of new goat sheds or temples or spare rooms
banyak tempat penyimpanan makanan kambing, kuil, atau gudang
09:37
with their owners happily walking past them
di mana pemiliknya berjalan melintas begitu saja
09:41
and going over to the open defecating ground.
menuju ke tempat buang air besar terbuka.
09:44
So the idea is to manipulate human emotion.
Jadi gagasannya adalah mengubah emosi manusia.
09:47
It's been done for decades. The soap companies did it
Hal ini sudah dilakukan selama berpuluh-puluh tahun. Perusahaan sabun berhasil
09:50
in the early 20th century.
melakukannya di awal abad ke-20.
09:53
They tried selling soap as healthy. No one bought it.
Mereka mencoba menjual sabun sebagai produk kesehatan. Tidak ada yang membelinya.
09:55
They tried selling it as sexy. Everyone bought it.
Saat mereka menjualnya sebagai produk seksi, semua orang membelinya.
09:58
In India now there's a campaign
Kini di India ada kampanye
10:02
which persuades young brides
yang mengajak calon pengantin wanita muda
10:03
not to marry into families that don't have a toilet.
untuk tidak menikah dengan keluarga yang rumahnya tidak memiliki toilet.
10:06
It's called "No Loo, No I Do."
Kampanye ini disebut, "Tidak ada toilet, tidak ada pernikahan."
10:09
(Laughter)
(Tawa)
10:11
And in case you think that poster's just propaganda,
Dan jika Anda berpikir ini hanyalah propaganda,
10:14
here's Priyanka, 23 years old.
inilah Priyanka, wanita 23 tahun.
10:16
I met her last October in India,
Saya bertemu dengannya di India Oktober lalu
10:18
and she grew up in a conservative environment.
dan dia hidup di lingkungan yang konservatif.
10:20
She grew up in a rural village in a poor area of India,
Dia dibesarkan di pedesaan di daerah miskin India,
10:23
and she was engaged at 14, and then at 21 or so,
dan dia bertunangan pada usia 14 tahun, lalu pada sekitar usia 21 tahun,
10:26
she moved into her in-law's house.
dia pindah ke rumah mertuanya.
10:30
And she was horrified to get there and find
Dan dia terkejut karena tahu bahwa rumah mertuanya
10:32
that they didn't have a toilet.
tidak memiliki toilet.
10:34
She'd grown up with a latrine.
Dia dibesarkan dengan toilet.
10:35
It was no big deal, but it was a latrine.
Itu bukan masalah besar, namun itu adalah toilet.
10:37
And the first night she was there, she was told
Dan di malam pertama dia tinggal di sana,
10:39
that at 4 o'clock in the morning --
pada jam 4 pagi --
10:41
her mother-in-law got her up, told her to go outside
ibu mertuanya membangunkannya, menyuruhnya keluar
10:42
and go and do it in the dark in the open.
dan buang air besar di tempat terbuka.
10:45
And she was scared. She was scared of drunks hanging around.
Dan dia merasa takut, takut akan orang mabuk yang berkeliaran,
10:48
She was scared of snakes. She was scared of rape.
takut akan ular, takut akan perkosaan.
10:50
After three days, she did an unthinkable thing.
Setelah tiga hari, dia melakukan hal yang tidak terbayangkan.
10:53
She left.
Dia pergi.
10:55
And if you know anything about rural India,
Dan jika Anda tahu kondisi pedesaan India,
10:57
you'll know that's an unspeakably courageous thing to do.
Anda akan tahu bahwa itu memerlukan keberanian yang sangat besar.
10:58
But not just that.
Namun tidak hanya itu.
11:02
She got her toilet, and now she goes around
Dia mengambil toiletnya dan kini dia berkeliling
11:03
all the other villages in India
ke semua desa lain di India
11:05
persuading other women to do the same thing.
dan mengajak wanita lainnya untuk melakukan hal yang sama.
11:07
It's what I call social contagion, and it's really powerful
Itulah yang saya sebut "wabah sosial," dan hal itu sangat manjur
11:09
and really exciting.
dan menarik.
11:12
Another version of this, another village in India
Versi lain dari cerita ini terjadi di desa lainnya di India
11:14
near where Priyanka lives
dekat dengan tempat tinggal Priyanka.
11:16
is this village, called Lakara, and about a year ago,
Sekitar satu tahun yang lalu, di desa bernama Laraka ini
11:18
it had no toilets whatsoever.
tidak ada toilet sama sekali.
11:22
Kids were dying of diarrhea and cholera.
Anak-anak sekarat karena diare dan kolera.
11:24
Some visitors came, using various behavioral change tricks
Lalu beberapa pengunjung datang dan dengan menggunakan tipuan perubahan perilaku
11:26
like putting out a plate of food and a plate of shit
seperti menaruh sepiring makanan dan sepiring kotoran
11:30
and watching the flies go one to the other.
lalu melihat banyak lalat terbang dari satu piring ke piring yang lain.
11:33
Somehow, people who'd been thinking
Entah bagaimana, orang-orang yang selama ini merasa
11:35
that what they were doing was not disgusting at all
bahwa yang mereka lakukan tidaklah menjijikkan
11:38
suddenly thought, "Oops."
tiba-tiba berpikir, "Ups."
11:39
Not only that, but they were ingesting their neighbors' shit.
Bukan hanya itu, mereka juga memakan kotoran tetangga mereka.
11:41
That's what really made them change their behavior.
Hal itu benar-benar mengubah perilaku mereka.
11:44
So this woman, this boy's mother
Jadi wanita ini, ibu dari anak ini
11:47
installed this latrine in a few hours.
memasang toilet ini dalam beberapa jam.
11:49
Her entire life, she'd been using the banana field behind,
Selama hidupnya, dia menggunakan daun pisang,
11:52
but she installed the latrine in a few hours.
namun dia memasang toilet ini hanya dalam beberapa jam.
11:54
It cost nothing. It's going to save that boy's life.
Biayanya gratis, namun akan menyelamatkan nyawa anak itu.
11:56
So when I get despondent about the state of sanitation,
Jadi saat saya merasa putus asa akan keadaan sanitasi ini,
11:59
even though these are pretty exciting times
walaupun ada saa-saat yang cukup menarik
12:03
because we've got the Bill and Melinda Gates Foundation
karena Yayasan Bill dan Melinda Gates
12:05
reinventing the toilet, which is great,
menciptakan kembali toilet,
12:07
we've got Matt Damon going on bathroom strike,
lalu ada Matt Damon yang melakukan pemogokan kamar mandi,
12:09
which is great for humanity, very bad for his colon.
yang luar biasa bagi kemanusiaan, namun buruk bagi usus besarnya.
12:12
But there are things to worry about.
Namun ada hal yang harus dikhawatirkan.
12:16
It's the most off-track Millennium Development Goal.
Inilah Tujuan Pembangunan Milenium yang paling tidak tercapai,
12:17
It's about 50 or so years off track.
sekitar 50 tahun terlambat dari sasaran,
12:20
We're not going to meet targets,
Kita tidak akan mencapai sasaran,
12:23
providing people with sanitation at this rate.
untuk menyediakan sanitasi bagi semua orang jika terus seperti ini.
12:24
So when I get sad about sanitation,
Jadi saat saya merasa sedih akan sanitasi,
12:27
I think of Japan, because Japan 70 years ago
saya berpikir tentang Jepang, karena 70 tahun yang lalu,
12:31
was a nation of people who used pit latrines
Jepang dipenuhi orang yang menggunakan lubang untuk toilet
12:34
and wiped with sticks,
dan tongkat untuk membersihkan,
12:37
and now it's a nation of what are called Woshurettos,
dan kini negara itu menjadi apa yang disebut Woshurettos,
12:39
washlet toilets.
"washlet toilet."
12:42
They have in-built bidet nozzles for a lovely,
Mereka memiliki semprotan untuk memberi pengalaman
12:43
hands-free cleaning experience,
membersihkan tanpa bantuan tangan,
12:46
and they have various other features
dan ada berbagai keistimewaan lainnya
12:49
like a heated seat and an automatic lid-raising device
seperti toilet dengan pemanas dan mesin pembuka tutup toilet otomatis
12:51
which is known as the "marriage-saver."
yang juga dikenal dengan "penyelamat pernikahan."
12:54
(Laughter)
(Tawa)
12:56
But most importantly, what they have done in Japan,
Namun yang paling penting, apa yang telah mereka lakukan di Jepang,
12:58
which I find so inspirational,
yang saya rasa sangat inspiratif,
13:00
is they've brought the toilet out from behind the locked door.
adalah membawa toilet dari balik ruangan terkunci keluar.
13:01
They've made it conversational.
Mereka membuat orang-orang membicarakan toilet.
13:04
People go out and upgrade their toilet.
Orang-orang pergi dan memperbaiki toiletnya.
13:05
They talk about it. They've sanitized it.
Mereka membicarakan dan membersihkannya.
13:09
I hope that we can do that. It's not a difficult thing to do.
Saya harap kita dapat melakukannya. Hal itu tidak sulit.
13:13
All we really need to do
Yang benar-benar harus kita lakukan
13:18
is look at this issue
adalah melihat masalah ini
13:20
as the urgent, shameful issue that it is.
sebagai masalah yang memalukan dan penting.
13:22
And don't think that it's just in the poor world that things are wrong.
Dan jangan berpikir bahwa masalah hanya terjadi di negara miskin.
13:26
Our sewers are crumbling.
Selokan kita runtuh.
13:29
Things are going wrong here too.
Masalah juga muncul di sini.
13:31
The solution to all of this is pretty easy.
Jalan keluar dari semua hal ini cukup mudah.
13:33
I'm going to make your lives easy this afternoon
Sore ini saya akan membuat hidup Anda lebih mudah
13:36
and just ask you to do one thing,
dan saya hanya meminta Anda melakukan satu hal,
13:38
and that's to go out, protest,
yaitu keluar, protes,
13:40
speak about the unspeakable,
dan berbicara tentang hal yang tidak dapat dibicarakan
13:43
and talk shit.
dan bicara "kotoran."
13:46
Thank you.
Terima kasih.
13:47
(Applause)
(Tepuk tangan)
13:49

▲Back to top

About the Speaker:

Rose George - Curious journalist
Rose George looks deeply into topics that are unseen but fundamental, whether that's sewers or latrines or massive container ships or pirate hostages or menstrual hygiene.

Why you should listen

Rose George thinks, researches, writes and talks about the hidden, the undiscussed. Among the everyone-does-it-no-one-talks-about-it issues she's explored in books and articles: sanitation (and poop in general). Diarrhea is a weapon of mass destruction, says the UK-based journalist and author, and a lack of access to toilets is at the root of our biggest public health crisis. In 2012, two out of five of the world’s population had nowhere sanitary to go.

The key to turning around this problem, says George: Let’s drop the pretense of “water-related diseases” and call out the cause of myriad afflictions around the world as what they are -- “poop-related diseases” that are preventable with a basic toilet. George explores the problem in her book The Big Necessity: The Unmentionable World of Human Waste and Why It Matters and in a fabulous special issue of Colors magazine called "Shit: A Survival Guide." Read a sample chapter of The Big Necessity >>

Her latest book, on an equally hidden world that touches almost everything we do, is Ninety Percent of Everything: Inside Shipping, the Invisible Industry That Puts Clothes on Your Back, Gas in Your Car, Food on Your Plate. Read a review >> 

 In the UK and elsewhere, you'll find the book titled Deep Sea and Foreign Going: Inside Shipping, the Invisible Industry the Brings You 90% of Everything.

More profile about the speaker
Rose George | Speaker | TED.com