English-Video.net comment policy

The comment field is common to all languages

Let's write in your language and use "Google Translate" together

Please refer to informative community guidelines on TED.com

TED2011

Morgan Spurlock: The greatest TED Talk ever sold

Morgan Spurlock: TED Talk Terbaik yang pernah dijual

Filmed
Views 2,064,593

Dengan rasa humor dan persistensi, pembuat film Morgan Spurlock menyelami dunia pemasaran merek dengan tujuan mendapatkan sponsor untuk film mengenai sponsor. (Hak penamaan untuk presentasi ini juga memiliki sponsor. Oleh siapa dan dengan harga berapa? Ia akan memberi tahu nanti).

- Filmmaker
Morgan Spurlock makes documentary film and TV that is personal, political -- and, above all, deeply empathetic. Full bio

I have spent the past few years
Beberapa tahun terakhir ini
00:15
putting myself into situations
aku berada di dalam situasi
00:18
that are usually very difficult
yang sangat sulit
00:20
and at the same time somewhat dangerous.
dan berbahaya.
00:22
I went to prison --
Aku masuk penjara,
00:26
difficult.
sulit.
00:28
I worked in a coal mine --
Aku bekerja di tambang batu bara,
00:30
dangerous.
berbahaya.
00:33
I filmed in war zones --
Aku membuat film di daerah perah,
00:35
difficult and dangerous.
sulit dan berbahaya.
00:37
And I spent 30 days eating nothing but this --
Aku makan ini selama 30 hari,
00:39
fun in the beginning,
awalnya menyenangkan,
00:43
little difficult in the middle, very dangerous in the end.
agak sulit di pertengahan proses, sangat berbahaya di akhir prosesnya.
00:45
In fact, most of my career,
Bahkan, sepanjang karirku,
00:49
I've been immersing myself
aku selalu meletakkan diriku
00:51
into seemingly horrible situations
ke dalam situasi yang tidak menyenangkan
00:53
for the whole goal of trying
dengan tujuan
00:56
to examine societal issues
mencoba menganalisa isu sosial
00:58
in a way that make them engaging, that make them interesting,
sedemikian rupa hingga penonton merasa terlibat, membuat isu itu menarik,
01:00
that hopefully break them down in a way
dan mengurainya dengan cara tertentu
01:03
that make them entertaining and accessible to an audience.
sehingga membuatnya menghibur dan dapat dimengerti penonton.
01:05
So when I knew I was coming here
Jadi ketika aku tahu aku akan berbicara di sini
01:08
to do a TED Talk that was going to look at the world of branding and sponsorship,
melakukan TEDTalk mengenai dunia merek dan sponsor,
01:10
I knew I would want to do something a little different.
aku langsung tahu bahwa aku ingin melakukan sesuatu yang unik.
01:13
So as some of you may or may not have heard,
Mungkin sebagian dari kalian sudah dengar,
01:15
a couple weeks ago, I took out an ad on eBay.
beberapa minggu yang lalu, aku beriklan di Ebay.
01:18
I sent out some Facebook messages,
Aku mengirimkan pesan melalui Facebook,
01:21
some Twitter messages,
juga Twitter,
01:24
and I gave people the opportunity to buy the naming rights
dan aku memberikan kesempatan bagi orang-orang untuk membeli hak penamaan
01:26
to my 2011 TED Talk.
untuk TEDTalk 2011ku.
01:28
(Laughter)
(Tertawa)
01:30
That's right, some lucky individual, corporation,
Benar, individu atau perusahaan yang beruntung,
01:32
for-profit or non-profit,
nirlaba ataupun bukan,
01:35
was going to get the once-in-a-lifetime opportunity --
akan mendapatkan satu kesempatan dalam seumur hidup,
01:37
because I'm sure Chris Anderson will never let it happen again --
karena aku yakin Chris Anderson tidak akan membenarkan hal ini terjadi untuk kedua kalinya,
01:39
(Laughter)
(Tertawa)
01:41
to buy the naming rights
untuk membeli hak penamaan
01:43
to the talk you're watching right now,
bagi presentasi yang anda sedang saksikan saat ini,
01:45
that at the time didn't have a title, didn't really have a lot of content
yang pada saat itu belum memiliki judul, belum memiliki isi yang jelas
01:47
and didn't really give much hint
dan belum memiliki arah
01:50
as to what the subject matter would actually be.
mengenai subjek pembicaraannya.
01:52
So what you were getting was this:
Jadi yang ada waktu itu adalah ini:
01:55
Your name here presents:
nama Anda di sini mempersembahkan:
01:57
My TED Talk that you have no idea what the subject is
TEDTalkku yang belum anda ketahui subjeknya,
01:59
and, depending on the content, could ultimately blow up in your face,
dan tergantung isinya, mungkin dapat memalukan Anda sendiri,
02:02
especially if I make you or your company look stupid for doing it.
terutama kalau aku membuat Anda atau perusahaan Anda terlihat bodoh karena melakukan hal ini.
02:05
But that being said,
Namun, bagaimanapun juga,
02:08
it's a very good media opportunity.
ini adalah kesempatan yang bagus.
02:10
(Laughter)
(Tertawa)
02:12
You know how many people watch these TED Talks?
Anda tahu berapa banyak orang menyaksikan TEDTalk ini?
02:18
It's a lot.
Banyak sekali.
02:21
That's just a working title, by the way.
Judul ini masih sementara.
02:24
(Laughter)
(Tertawa)
02:26
So even with that caveat,
Walaupun dengan kekurangan itu,
02:28
I knew that someone would buy the naming rights.
aku yakin seseorang akan membelinya.
02:31
Now if you'd have asked me that a year ago,
Kalau kau menanyakan hal itu setahun lalu,
02:33
I wouldn't have been able to tell you that with any certainty.
aku tidak akan dapat menjawab dengan pasti.
02:35
But in the new project that I'm working on, my new film,
Namun dengan projek terbaruku, film terbaruku,
02:37
we examine the world of marketing, advertising.
kami melihat dunia pemasaran, dunia periklanan.
02:39
And as I said earlier,
Seperti yang telah kukatakan,
02:42
I put myself in some pretty horrible situations over the years,
aku pernah berada di situasi yang mengerikan selama beberapa tahun terakhir,
02:44
but nothing could prepare me, nothing could ready me,
namun tidak ada yang dapat mempersiapkan aku
02:47
for anything as difficult
untuk hal yang sulit,
02:50
or as dangerous
hal yang berbahaya,
02:53
as going into the rooms with these guys.
seperti bertemu dengan perusahaan ini.
02:55
(Laughter)
(Tertawa)
02:59
You see, I had this idea for a movie.
Aku punya ide untuk sebuah film.
03:02
(Video) Morgan Spurlock: What I want to do is make a film
(Video) Morgan Spurlock: Aku ingin membuat film
03:05
all about product placement, marketing and advertising,
mengenai product placement, pemasaran dan periklanan,
03:07
where the entire film is funded
di mana semua film dibiayai
03:10
by product placement, marketing and advertising.
dengan product placement, pemasaran dan iklan.
03:12
So the movie will be called "The Greatest Movie Ever Sold."
Film ini akan berjudul "Film Terbaik yang Pernah Dijual."
03:14
So what happens in "The Greatest Movie Ever Sold,"
Di "Film Terbaik yang Pernah Dijual" ini,
03:17
is that everything from top to bottom, from start to finish,
semuanya, dari awal hingga akhir,
03:19
is branded from beginning to end --
akan dipenuhi dengan merek,
03:22
from the above-the-title sponsor that you'll see in the movie,
dari sponsor di atas judul yang kau lihat di film,
03:24
which is brand X.
yaitu merek X.
03:26
Now this brand, the Qualcomm Stadium,
Merek ini, the Qualcomm Stadium,
03:28
the Staples Center ...
the Staples Center ...
03:30
these people will be married to the film in perpetuity -- forever.
orang ini akan terkait dengan film ini selamanya.
03:32
And so the film explores this whole idea -- (Michael Kassan: It's redundant.)
Dan film ini mengeksplorasi ide, (Michael Kassan: Itu mubazir).
03:35
It's what? (MK: It's redundant.) In perpetuity, forever?
Kenapa? (MK: Itu mubazir.) Perpetuitas, selamanya?
03:37
I'm a redundant person. (MK: I'm just saying.)
Aku orang yang berlebih-lebihan. (MK: Aku cuma bilang saja.)
03:40
That was more for emphasis.
Itu hanya untuk penekanan.
03:42
It was, "In perpetuity. Forever."
"Perpetuitas. Selamanya."
03:44
But not only are we going to have the brand X title sponsor,
Kita tidak hanya akan memberikan merek X sponsor dari judul,
03:46
but we're going to make sure we sell out every category we can in the film.
namun kita akan menjual semua kategori produk di dalam film.
03:48
So maybe we sell a shoe and it becomes the greatest shoe you ever wore ...
Kita menjual sepatu dan ini adalah sepatu terbaik yang Anda pernah pakai ...
03:50
the greatest car you ever drove from "The Greatest Movie Ever Sold,"
mobil terbaik yang Anda pernah kemudikan dari "Film Terbaik yang Pernah Dijual,"
03:53
the greatest drink you've ever had, courtesy of "The Greatest Movie Ever Sold."
minuman terbaik yang pernah Anda minum, persembahan dari "Film Terbaik yang Pernah Dijual."
03:56
Xavier Kochhar: So the idea is,
Savier Kocchar: Jadi idenya adalah,
03:59
beyond just showing that brands are a part of your life,
kau tidak hanya menunjukkan kalau merek-merek ini adalah bagian dari hidupmu,
04:01
but actually get them to finance the film? (MS: Get them to finance the film.)
kau juga akan mendapatkan pendanaan dari mereka? (MS: Mereka mendanai film ini.)
04:03
MS: And actually we show the whole process of how does it work.
MS: Dan kami akan menunjukkan proses semua itu.
04:06
The goal of this whole film is transparency.
Tujuan akhir dari film ini adalah transparansi.
04:08
You're going to see the whole thing take place in this movie.
Kau akan melihat bagaimana proses dari semua itu di film ini.
04:10
So that's the whole concept,
Itulah keseluruhan konsepnya,
04:12
the whole film, start to finish.
filmnya, dari awal ke akhir.
04:14
And I would love for CEG to help make it happen.
Aku ingin CEG membantuku.
04:16
Robert Friedman: You know it's funny,
Robert Friedman: Ini lucu sekali,
04:18
because when I first hear it,
karena saat aku mendengarnya pertama kali,
04:20
it is the ultimate respect
ini adalah penghargaan tertinggi
04:22
for an audience.
bagi penontonnya.
04:24
Guy: I don't know how receptive
Guy: Walaupun demikian, aku tidak tahu
04:26
people are going to be to it, though.
bagaimana orang akan menerimanya.
04:28
XK: Do you have a perspective --
XK: Apakah kau punya sudut pandang,
04:30
I don't want to use "angle" because that has a negative connotation --
aku tidak ingin menggunakan kata "angle" karena itu memiliki konotasi negatif,
04:32
but do you know how this is going to play out? (MS: No idea.)
namun apakah kau tahu bagaimana proses ini nantinya? (MS: Tidak tahu sama sekali.)
04:34
David Cohn: How much money does it take to do this?
David Cohn: Berapa yang kau butuhkan?
04:37
MS: 1.5 million. (DC: Okay.)
MS: 1,5 juta dollar. (DC: Baik.)
04:40
John Kamen: I think that you're going to have a hard time meeting with them,
John Kamen: Aku rasa kau akan kesulitan untuk bertemu dengan mereka,
04:43
but I think it's certainly worth pursuing
namun aku rasa ini patut dicoba
04:45
a couple big, really obvious brands.
untuk beberapa merek besar dan terkenal.
04:47
XK: Who knows, maybe by the time your film comes out,
XK: Bisa saja, setelah filmmu keluar,
04:50
we look like a bunch of blithering idiots.
kami akan terlihat seperti orang-orang bodoh.
04:52
MS: What do you think the response is going to be?
MS: Menurutmu, bagaimana responnya nanti?
04:54
Stuart Ruderfer: The responses mostly will be "no."
Stuart Ruderfer: Kebanyakan mungkin akan mengatakan "Tidak".
04:57
MS: But is it a tough sell because of the film
MS: Kenapa ini sulit dijual,
04:59
or a tough sell because of me?
karena film ini atau aku?
05:01
JK: Both.
JK: Kedua-duanya.
05:03
MS: ... Meaning not so optimistic.
MS: ... Berarti kau tidak begitu optimis.
05:05
So, sir, can you help me? I need help.
Jadi, tuan-tuan, dapatkah kalian membantuku? Aku butuh bantuan.
05:08
MK: I can help you.
MK: Aku dapat menolongmu.
05:10
MS: Okay. (MK: Good.)
MS: Baiklah. (MK: Bagus).
05:12
Awesome.
Hebat.
05:14
MK: We've gotta figure out which brands.
MK: Kita harus melihat merek mana.
05:16
MS: Yeah. (MK: That's the challenge.)
MS: Ya. (MK: Itulah yang sulit.)
05:18
When you look at the people you deal with ..
Ketika kau melihat orang yang kau hadapi...
05:21
MK: We've got some places we can go. (MS: Okay.)
MK: Kita punya beberapa tempat. (MS: Baik).
05:23
Turn the camera off.
Matikanlah kameranya.
05:25
MS: I thought "Turn the camera off"
MS: Aku kira "Matikanlah kameranya"
05:27
meant, "Let's have an off-the-record conversation."
berarti mari berbicara off-the-record.
05:29
Turns out it really means,
Ternyata itu artinya
05:31
"We want nothing to do with your movie."
"Kami tidak ingin terlibat dalam filmmu."
05:33
MS: And just like that, one by one,
MS: Satu persatu,
05:36
all of these companies suddenly disappeared.
semua perusahaan ini mundur.
05:39
None of them wanted anything to do with this movie.
Tidak ada yang ingin terlibat dalam film ini.
05:42
I was amazed.
Aku terkejut.
05:44
They wanted absolutely nothing to do with this project.
Mereka tidak ingin terlibat dalam projek ini.
05:46
And I was blown away, because I thought the whole concept, the idea of advertising,
Aku terkejut, karena aku kira konsep ini, konsep pemasaran ini,
05:48
was to get your product out in front of as many people as possible,
adalah membuat produkmu terlihat bagi banyak orang,
05:50
to get as many people to see it as possible.
agar sebanyak mungkin orang melihatnya.
05:53
Especially in today's world,
Terutama saat ini,
05:55
this intersection of new media and old media
dengan pertemuan media baru dan lama
05:57
and the fractured media landscape,
dan media landscape yang terpecah-pecah,
05:59
isn't the idea to get
bukankah tujuannya
06:01
that new buzz-worthy delivery vehicle
adalah mendapatkan kendaraan yang buzz-worthy
06:03
that's going to get that message to the masses?
yang akan menghantarkan pesan ini ke massa.
06:06
No, that's what I thought.
Itulah perkiraanku.
06:08
But the problem was, you see,
Masalahnya,
06:11
my idea had one fatal flaw,
ideku ada satu kelemahan fatal,
06:13
and that flaw was this.
dan kelemahan itu adalah ini.
06:16
Actually no, that was not the flaw whatsoever.
Sebenarnya ini tidak ada kelemahan.
06:20
That wouldn't have been a problem at all.
Ini tidak akan menjadi masalah.
06:22
This would have been fine.
Ini baik-baik saja.
06:24
But what this image represents was the problem.
Tapi gambar ini melambangkan permasalahannya.
06:26
See, when you do a Google image search for transparency,
Kalau kau mencari transparansi di Google Image Search,
06:28
this is ---
ini adalah
06:30
(Laughter)
(Tertawa)
06:32
(Applause)
(Tepuk tangan)
06:34
This is one of the first images that comes up.
Ini adalah salah satu gambar pertama yang muncul.
06:37
So I like the way you roll, Sergey Brin. No.
Aku suka caramu, Sergey Brin. Bukan, bukan begitu maksudku.
06:40
(Laughter)
(Tertawa)
06:43
This is was the problem: transparency --
Inilah masalahnya: transparansi
06:47
free from pretense or deceit;
bebas dari pura-pura atau tipuan,
06:50
easily detected or seen through;
mudah dideteksi atau dilihat,
06:52
readily understood;
mudah dipahami,
06:54
characterized by visibility or accessibility of information,
ditandai oleh visibilitas atau ketersediaan informasi,
06:56
especially concerning business practices --
terutama mengenai praktek bisnis
06:59
that last line being probably the biggest problem.
baris terakhir ini adalah masalah terbesar.
07:01
You see, we hear a lot about transparency these days.
Kita mendengar transparansi banyak dibahas akhir-akhir ini.
07:04
Our politicians say it, our president says it,
Politikus kita mengatakannya, presiden kita mengatakannya,
07:07
even our CEO's say it.
CEO kita mengatakannya juga.
07:09
But suddenly when it comes down to becoming a reality,
Namun dalam prakteknya,
07:11
something suddenly changes.
sesuatu tiba-tiba berubah.
07:13
But why? Well, transparency is scary --
Kenapa? Transparansi itu menakutkan,
07:15
(Roar)
(Auman)
07:18
like that odd, still-screaming bear.
seperti gambar beruang menakutkan yang aneh ini.
07:20
(Laughter)
(Tertawa)
07:23
It's unpredictable --
Ia tidak dapat ditebak,
07:25
(Music)
(Musik)
07:27
(Laughter)
(Tertawa)
07:29
like this odd country road.
seperti jalan pedesaan yang aneh ini.
07:31
And it's also very risky.
Ia juga sangat beresiko tinggi.
07:34
(Laughter)
(Tertawa)
07:38
What else is risky?
Apa yang juga beresiko tinggi?
07:41
Eating an entire bowl of Cool Whip.
Memakan satu mangkuk Cool Whip.
07:43
(Laughter)
(Tertawa)
07:46
That's very risky.
Sangat beresiko tinggi.
07:51
Now when I started talking to companies
Ketika aku mulai berbicara dengan perusahaan-perusahaan itu
07:55
and telling them that we wanted to tell this story,
dan memberitahu mereka mengenai cerita ini,
07:57
and they said, "No, we want you to tell a story.
mereka berkata, "Tidak, kami ingin kau bercerita.
07:59
We want you to tell a story,
Kami ingin kau bercerita,
08:01
but we just want to tell our story."
namun kami ingin kau ceritakan cerita kami."
08:03
See, when I was a kid
Ketika aku masih kecil
08:06
and my father would catch me in some sort of a lie --
dan ayahku menangkapku berbohong
08:08
and there he is giving me the look he often gave me --
ia akan melihatku seperti ini
08:10
he would say, "Son, there's three sides to every story.
dan berkata, "Nak, ada tiga sudut pandang dari semua cerita.
08:13
There's your story,
Sudut pandangmu,
08:17
there's my story
sudut pandangku,
08:20
and there's the real story."
dan cerita yang sebenarnya."
08:22
Now you see, with this film, we wanted to tell the real story.
Di film ini, kami ingin menceritakan cerita yang sebenarnya.
08:24
But with only one company, one agency willing to help me --
Hanya ada satu perusahaan, satu agensi yang ingin menolongku,
08:27
and that's only because I knew John Bond and Richard Kirshenbaum for years --
itu hanya karena aku mengenal John Bond dan Richard Kirshenbaum bertahun-tahun,
08:29
I realized that I would have to go on my own,
aku sadar kalau aku harus mencobanya sendiri,
08:33
I'd have to cut out the middleman
aku harus melangkahi para perantara
08:35
and go to the companies myself with all of my team.
dan langsung ke perusahaan-perusahaan tersebut dengan timku.
08:37
So what you suddenly started to realize --
Yang pertama kali kau sadari,
08:40
or what I started to realize --
atau setidaknya yang kusadari,
08:42
is that when you started having conversations with these companies,
adalah saat kau mulai berbicara dengan perusahaan-perusahaan ini,
08:44
the idea of understanding your brand is a universal problem.
masalah utamanya adalah kau harus mengerti merekmu sendiri.
08:46
(Video) MS: I have friends who make great big, giant Hollywood films,
(Video) MS: Aku punya teman-teman yang membuat film Hollywood yang besar,
08:49
and I have friends who make little independent films like I make.
dan aku punya teman-teman yang membuat film independen kecil seperti yang kubuat.
08:51
And the friends of mine who make big, giant Hollywood movies
Teman-temanku yang membuat film Hollywood yang besar
08:54
say the reason their films are so successful
mengatakan bahwa film mereka sangat sukses
08:56
is because of the brand partners that they have.
karena pasangan merek yang mereka miliki.
08:58
And then my friends who make small independent films
Dan ketika teman-temanku pembuat film independen kecil
09:00
say, "Well, how are we supposed to compete
berkata, "Bagaimana kami dapat bersaing
09:02
with these big, giant Hollywood movies?"
dengan film-fim Hollywood besar ini?"
09:04
And the movie is called
Film ini berjudul
09:06
"The Greatest Movie Ever Sold."
"Film Terbaik yang Pernah Dijual."
09:08
So how specifically will we see Ban in the film?
Bagaimana kita akan melihat Ban di dalam film?
09:10
Any time I'm ready to go, any time I open up my medicine cabinet,
Setiap saat aku akan pergi, setiap saat aku membuka kotak obatku,
09:13
you will see Ban deodorant.
kau akan melihat deodoran Ban.
09:16
While anytime I do an interview with someone,
Setiap saat aku akan mewawancara seseorang,
09:18
I can say, "Are you fresh enough for this interview?
aku akan bertanya, "Apakah kau cukup segar untuk wawancara ini?
09:21
Are you ready? You look a little nervous.
Apakah kau siap? Kau terlihat sedikit ragu-ragu.
09:24
I want to help you calm down.
Aku ingin membantumu tenang.
09:26
So maybe you should put some one before the interview."
Mungkin sebaiknya kau memakai ini sebelum wawancara."
09:28
So we'll offer one of these fabulous scents.
Kami akan menawarkan beberapa wewangian ini.
09:30
Whether it's a "Floral Fusion" or a "Paradise Winds,"
Apakah itu "FLoral Fusion" atau "Paradise Winds,"
09:32
they'll have their chance.
mereka akan bebas memilih.
09:34
We will have them geared for both male or female --
Kami akan mempersiapkan mereka
09:36
solid, roll-on or stick, whatever it may be.
dengan roll-on, stick, solid, untuk pria dan wanita, apapun itu.
09:39
That's the two-cent tour.
Itulah ringkasannya.
09:42
So now I can answer any of your questions
Sekarang aku dapat menjawab pertanyaanmu
09:44
and give you the five-cent tour.
dan membahas lebih detil.
09:46
Karen Frank: We are a smaller brand.
Karen Frank: Kami adalah merek yang lebih kecil.
09:48
Much like you talked about being a smaller movie,
Seperti film kecil yang kau bahas sebelumnya,
09:50
we're very much a challenger brand.
kami adalah merek penantang.
09:52
So we don't have the budgets that other brands have.
Jadi kami tidak punya anggaran besar.
09:54
So doing things like this -- you know,
Jadi melakukan hal seperti itu,
09:56
remind people about Ban --
mengingatkan orang mengenai Ban,
09:58
is kind of why were interested in it.
adalah hal yang kami minati.
10:00
MS: What are the words that you would use to describe Ban?
MS: Apa kata-kata yang ingin kalian gunakan untuk menggambarkan Ban?
10:02
Ban is blank.
Ban adalah titik-titik.
10:04
KF: That's a great question.
KF: Itu adalah pertanyaan yang bagus.
10:07
(Laughter)
(Tertawa)
10:10
Woman: Superior technology.
Wanita: Teknologi yang superior.
10:15
MS: Technology's not the way you want to describe something
MS: Teknologi bukanlah kata yang kalian ingin gunakan untuk menggambarkan sesuatu
10:17
somebody's putting in their armpit.
yang diletakkan di ketiak.
10:19
Man: We talk about bold, fresh.
Pria: Kita berbicara mengenai berani, segar.
10:21
I think "fresh" is a great word that really spins this category into the positive,
Aku rasa "segar" adalah kata yang bagus yang memiliki nilai positif di kategori ini,
10:23
versus "fights odor and wetness."
dibandingkan dengan "melawan bau dan basah."
10:26
It keeps you fresh.
Membuatmu tetap segar.
10:28
How do we keep you fresher longer -- better freshness,
Bagaimana kami membuatmu tetap segar lebih lama, lebih segar,
10:30
more freshness, three times fresher.
lebih segar, tiga kali lebih segar.
10:32
Things like that that are more of that positive benefit.
Hal-hal seperti itu, yang memberikan manfaat positif.
10:34
MS: And that's a multi-million dollar corporation.
MS: Itu adalah perusahaan bernilai jutaan dollar.
10:38
What about me? What about a regular guy?
Bagaimana dengan aku? Bagaimana dengan orang kebanyakan?
10:41
I need to go talk to the man on the street,
Aku harus berbicara dengan orang-orang di jalan,
10:43
the people who are like me, the regular Joes.
orang sepertiku, orang biasa.
10:45
They need to tell me about my brand.
Mereka harus memberitahu merekku.
10:47
(Video) MS: How would you guys describe your brand?
(Video) MS: Bagaimana kalian menjelaskan merek kalian?
10:49
Man: Um, my brand?
Pria: Merekku?
10:53
I don't know.
Aku tidak tahu.
10:56
I like really nice clothes.
Aku suka baju yang bagus.
10:58
Woman: 80's revival
Wanita: Kebangkitan 80-an
11:00
meets skater-punk,
ditambah skater-punk,
11:02
unless it's laundry day.
kecuali hariku mencuci baju.
11:04
MS: All right, what is brand Gerry?
MS: Baiklah, apa itu merek Gerry?
11:06
Gerry: Unique. (MS: Unique.)
Gerry: Unik. (MS: Unik.)
11:08
Man: I guess what kind of genre, style I am
Pria: Aku rasa aliranku, gayaku
11:10
would be like dark glamor.
adalah dark glamor.
11:12
I like a lot of black colors,
Aku suka warna hitam,
11:15
a lot of grays and stuff like that.
warna abu-abu dan yang seperti itu.
11:17
But usually I have an accessory,
Biasanya aku memakai aksesoris,
11:19
like sunglasses,
seperti kaca mata hitam,
11:21
or I like crystal and things like that too.
atau aku suka kristal dan hal-hal seperti itu.
11:23
Woman: If Dan were a brand,
Wanita: Kalau Dan adalah merek,
11:25
he might be a classic convertible
ia adalah mobil convertible klasik
11:27
Mercedes Benz.
Mercedez Benz.
11:31
Man 2: The brand that I am
Pria 2: Merekku adalah
11:33
is, I would call it casual fly.
casual fly.
11:35
Woman 2: Part hippie, part yogi,
Wanita 2: Sebagian hippie, sebagian yogi,
11:37
part Brooklyn girl -- I don't know.
sebagian gadis Brooklyn, aku tidak tahu.
11:39
Man 3: I'm the pet guy.
Pria 3: Aku orang binatang peliharaan.
11:41
I sell pet toys all over the country, all over the world.
Aku menjual permainan untuk binatang peliharaan di seluruh negeri, di seluruh dunia.
11:43
So I guess that's my brand.
Aku rasa itulah merekku.
11:45
In my warped little industry, that's my brand.
Di dalam industri kecilku, itulah merekku.
11:47
Man 4: My brand is FedEx because I deliver the goods.
Pria 4: Merekku FedEx karena aku menghantarkan barang-barang.
11:50
Man 5: Failed writer-alcoholic brand.
Pria 5: Merek penulis gagal yang alkoholik.
11:53
Is that something?
Apakah itu boleh?
11:55
Lawyer: I'm a lawyer brand.
Pengacara. Aku merek pengacara.
11:57
Tom: I'm Tom.
Tom: Aku Tom.
12:03
MS: Well we can't all be brand Tom, but I do often find myself
MS: Kita tidak bisa jadi merek Tom semua, namun aku sering berada
12:06
at the intersection of dark glamor and casual fly.
dalam persimpangan antara dark glamor dan casual fly.
12:09
(Laughter)
(Tertawa)
12:12
And what I realized is I needed an expert.
Aku sadar bahwa aku butuh tenaga ahli.
12:14
I needed somebody who could get inside my head,
Aku butuh seseorang untuk masuk ke dalam pikiranku,
12:16
somebody who could really help me understand
seseorang yang dapat membantuku mengerti
12:18
what they call your "brand personality."
apa yang disebut "brand personality."
12:20
And so I found a company called Olson Zaltman in Pittsburg.
Aku menemui perusahaan Olson Zaltman di Pittsburg.
12:22
They've helped companies like Nestle, Febreze, Hallmark
Mereka telah menolong perusahaan seperti Nestle, Febreze, Hallmark
12:24
discover that brand personality.
menemukan brand personality mereka.
12:27
If they could do it for them, surely they could do it for me.
Kalau mereka bisa membantu perusahaan-perusahaan itu, mereka tentu dapat melakukannya untukku.
12:29
(Video) Abigail: You brought your pictures, right?
(Video) Abigail: Kau membawa fotomu, bukan?
12:32
MS: I did. The very first picture
MS: Benar. Foto yang pertama ini
12:34
is a picture of my family.
adalah foto keluargaku.
12:36
A: So tell me a little bit how it relates to your thoughts and feelings about who you are.
A: Bagaimana ini terkait dengan pikiranmu dan perasaanmu mengenai siapa dirimu.
12:38
MS: These are the people who shape the way I look at the world.
MS: Ini adalah orang-orang yang membentuk caraku melihat dunia.
12:41
A: Tell me about this world.
A: Beritahu padaku mengenai dunia ini.
12:43
MS: This world? I think your world is the world that you live in --
MS: Dunia ini? Aku rasa duniamu adalah dunia tempat kau tinggal
12:45
like people who are around you, your friends, your family,
seperti orang di sekitarmu, temanmu, keluargamu,
12:48
the way you live your life, the job you do.
cara kau hidup, pekerjaanmu.
12:51
All those things stemmed and started from one place,
Semua itu bersatu dan mulai dari satu tempat,
12:53
and for me they stemmed and started with my family in West Virginia.
unttukku mereka menggabungkan dari keluargaku di Virginia Barat.
12:55
A: What's the next one you want to talk about?
A: Apa yang ingin kau bicarakan selanjutnya?
12:58
MS: The next one: This was the best day ever.
MS: Berikutnya: Ini adalah hari terbaikku.
13:00
A: How does this relate to your thoughts and feelings about who you are?
A: Bagaimana itu mempengaruhi pikiran dan perasaanmu?
13:02
MS: It's like, who do I want to be?
MS: Ini seperti cita-citaku.
13:04
I like things that are different.
Aku suka hal yang berbeda.
13:06
I like things that are weird. I like weird things.
Aku suka hal yang aneh. Aku suka benda-benda aneh.
13:08
A: Tell me about the "why" phase -- what does that do for us?
A: Beritahu mengenai fase "kenapa", apa pengaruhnya bagi kita?
13:10
What is the machete? What pupa stage are you in now?
Apa itu the machete? Kau berada dalam tahap kepompong yang mana?
13:12
Why is it important to reboot? What does the red represent?
Kenapa penting untuk reboot? Apa arti dari warna merah?
13:14
Tell me a little bit about that part.
Beritahu aku mengenai hal itu.
13:17
... A little more about you that is not who you are.
... Sedikit mengenai dirimu yang bukan dirimu.
13:19
What are some other metamorphoses that you've had?
Apa metamorfosis lain yang pernah kau alami?
13:22
... Doesn't have to be fear. What kind of roller coaster are you on?
... Tidak harus berarti ketakutan. Jenis roller coaster apa yang kau naiki?
13:24
MS: EEEEEE! (A: Thank you.) No, thank you.
MS: EEEEEE! (A: Terima kasih.) Tidak, terima kasih.
13:26
A: Thanks for you patience. (MS: Great job.)
A: Terima kasih atas kesabaranmu. (MS: Kerja yang bagus).
13:28
A: Yeah. (MS: Thanks a lot.) All right.
A: Ya. (MS: Terima kasih.) Baiklah.
13:30
MS: Yeah, I don't know what's going to come of this.
MS: Aku tidak tahu apa hasil dari semua ini.
13:32
There was a whole lot of crazy going on in there.
Ada banyak kegilaan di dalamnya.
13:34
Lindsay Zaltman: The first thing we saw was this idea
Lindsay Zaltman: Hal pertama yang dilihat
13:37
that you had two distinct, but complementary
adalah sebuah ide bahwa Anda memiliki dua sisi yang saling berbeda dan yang saling melengkapi
13:39
sides to your brand personality --
brand personality Anda
13:41
the Morgan Spurlock brand is a mindful/play brand.
Morgan Spurlock adalah merek yang berhati-hati/bermain.
13:44
Those are juxtaposed very nicely together.
Hal itu saling berdampingan.
13:47
And I think there's almost a paradox with those.
Aku rasa ada paradoks dengan keduanya.
13:49
And I think some companies
Aku rasa beberapa perusahaan
13:51
will just focus on one of their strengths or the other
akan fokus pada salah satu dari kekuatan mereka
13:53
instead of focusing on both.
dan tidak pada keduanya.
13:56
Most companies tend to -- and it's human nature --
Kebanyakan perusahaan akan berusaha, aku rasa ini alami bagi manusia juga,
13:58
to avoid things that they're not sure of,
untuk menghindari hal yang tidak pasti,
14:01
avoid fear, those elements,
menghindari hal yang ditakuti,
14:03
and you really embrace those,
dan kau merangkul hal tersebut,
14:05
and you actually turn them into positives for you, and it's a neat thing to see.
dan kau merubahnya menjadi hal yang positif, dan itu adalah hal yang menarik untuk dilihat.
14:07
What other brands are like that?
Merek apa yang seperti itu?
14:10
The first on here is the classic, Apple.
Ini merek yang klasik, Apple.
14:12
And you can see here too, Target, Wii,
Juga di sini, Target, Wii,
14:14
Mini from the Mini Coopers, and JetBlue.
Mini dari the Mini Coopers, dan JetBlue.
14:17
Now there's playful brands and mindful brands,
Ada merek bermain dan ada merek berhati-hati,
14:20
those things that have come and gone,
yang datang dan pergi,
14:22
but a playful, mindful brand is a pretty powerful thing.
namun merek bermain dan berhati-hati adalah hal yang kuat.
14:24
MS: A playful, mindful brand. What is your brand?
MS: Merek bermain dan berhati-hati. Apakah merekmu?
14:27
If somebody asked you to describe your brand identity, your brand personality,
Bila seseorang memintamu untuk menjelaskan brand identity, brand personalitymu,
14:29
what would you be?
apakah jawabanmu?
14:32
Are you an up attribute? Are you something that gets the blood flowing?
Apakah kau memiliki atribut up? Apakah kau membuat bersemangat?
14:34
Or are you more of a down attribute?
Apakah kau memiliki atribut down?
14:37
Are you something that's a little more calm, reserved, conservative?
Apakah kau lebih tenang, diam, konservatif?
14:39
Up attributes are things like being playful,
Atribut up adalah suka bermain-bmain,
14:42
being fresh like the Fresh Prince,
segar seperti the Fresh Prince,
14:45
contemporary, adventurous,
kontemporer, suka berpetualang,
14:48
edgy or daring like Errol Flynn,
tidak tenang atau menantang seperti Errol Flynn,
14:50
nimble or agile, profane, domineering,
gesit atau tangkas, tidak senonoh, menguasai,
14:52
magical or mystical like Gandalf.
sakti atau mistis seperti Gandalf.
14:55
Or are you more of a down attribute?
Atau apakah kau memiliki atribut down?
14:57
Are you mindful, sophisticated like 007?
Apakah kau berhati-hati, rumit seperti 007?
14:59
Are you established, traditional, nurturing, protective,
Apakah kau mapan, tradisional, mengasuh, protektif,
15:01
empathetic like the Oprah?
berempati seperti Oprah?
15:04
Are you reliable, stable, familiar,
Apakah kau dapat diandalkan, stabil, terkenal,
15:06
safe, secure, sacred,
aman, terjamin, agung,
15:08
contemplative or wise
kontemplatif atau bijak
15:10
like the Dalai Lama or Yoda?
seperti Dalai Lama atau Yoda?
15:12
Over the course of this film,
Selama masa putar film ini,
15:14
we had 500-plus companies
kita memiliki lebih dari 500 perusahaan
15:17
who were up and down companies
yang memiliki atribut up dan down
15:19
saying, "no," they didn't want any part of this project.
yang mengatakan, "tidak," mereka tidak ingin berpartisipasi di projek ini.
15:21
They wanted nothing to do with this film, mainly because they would have no control,
Mereka tidak ingin terlibat dengan film ini karena mereka tidak punya kendali,
15:23
they would have no control over the final product.
mereka tidak dapat mengendalikan produk final.
15:26
But we did get 17 brand partners
Namun kami memperoleh 17 rekan
15:28
who were willing to relinquish that control,
yang bersedia melepaskan kendali tersebut,
15:30
who wanted to be in business
yang ingin berbisnis
15:32
with someone as mindful and as playful as myself
dengan seseorang yang berhati-hati dan suka bermain-main seperti aku,
15:34
and who ultimately empowered us to tell stories
yang akhirnya membenarkan kami untuk bercerita
15:37
that normally we wouldn't be able to tell --
cerita yang tadinya tidak mampu untuk kami ceritakan
15:39
stories that an advertiser would normally never get behind.
cerita yang biasanya tidak akan didukung oleh siapapun.
15:42
They enabled us to tell the story about neuromarketing,
Mereka membenarkan kami bercerita mengenai neuromarketing,
15:45
as we got into telling the story in this film
dan seiring kami bercerita tentang film ini
15:48
about how now they're using MRI's
mengenai bagaimana MRI digunakan
15:50
to target the desire centers of your brain
untuk menarget pusat kepuasan dalam otak Anda
15:52
for both commercials as well as movie marketing.
untuk iklan dan pemasaran perfilman.
15:54
We went to San Paulo where they have banned outdoor advertising.
Kami ke San Paulo di mana iklan di luar dilarang.
15:57
In the entire city for the past five years,
Di kota itu, selama 5 tahun terakhir,
16:00
there's no billboards, there's no posters, there's no flyers, nothing.
tidak ada billboard, poster, selebaran.
16:02
(Applause)
(Tepuk Tangan)
16:05
And we went to school districts
kami pergi ke kawasan sekolah
16:07
where now companies are making their way
di mana perusahaan sudah masuk
16:09
into cash-strapped schools all across America.
ke sekolah yang kekurangan uang di Amerika.
16:11
What's incredible for me is the projects that I've gotten the most feedback out of,
Yang mengagumkan bagiku adalah projekku yang mendapatkan umpan balik terbanyak
16:14
or I've had the most success in,
atau yang paling sukses
16:17
are ones where I've interacted with things directly.
adalah di mana aku memiliki interaksi paling tinggi secara langsung.
16:19
And that's what these brands did.
Dan itulah yang dilakukan oleh merek-merek ini.
16:21
They cut out the middleman, they cut out their agencies
mereka melewati perantara, mereka melewati agensi mereka
16:23
and said, "Maybe these agencies
dan berkata, mungkin agensi tersebut
16:25
don't have my best interest in mind.
tidak peduli pada kepentingan saya.
16:27
I'm going to deal directly with the artist.
Saya akan langsung berbisnis dengan sang artis.
16:29
I'm going to work with him to create something different,
Aku akan bekerja dengannya untuk menciptakan sesuatu yang berbeda,
16:31
something that's going to get people thinking,
sesuatu yang dapat membuat orang berpikir,
16:33
that's going to challenge the way we look at the world."
yang akan menantang cara kita melihat dunia.
16:35
And how has that been for them? Has it been successful?
Dan bagaimana hasilnya? Apakah berhasil?
16:37
Well, since the film premiered at the Sundance Film Festival, let's take a look.
Sejak ditayangkan di Festival Film Sundance, mari kita lihat.
16:39
According to Burrelles, the movie premiered in January,
Menurut Burrelles film ditayangkan bulan Januari,
16:42
and since then -- and this isn't even the whole thing --
sejak itu, dan ini bukan keseluruhannya,
16:45
we've had 900 million media impressions for this film.
kami sudah memiliki 900 juta media impression untuk film ini.
16:47
That's literally covering just like a two and a half-week period.
Ini hanya datang dari jangka waktu 2,5 minggu.
16:50
That's only online -- no print, no TV.
Itu hanya online, bukan media cetak, bukan TV.
16:52
The film hasn't even been distributed yet.
Film itu bahkan belum didistribusikan.
16:54
It's not even online. It's not even streaming.
Ia belum online. Belum ada streaming.
16:56
It's not even been out into other foreign countries yet.
Itu belum disiarkan ke luar negeri.
16:58
So ultimately,
Jadi,
17:01
this film has already started to gain a lot of momentum.
film ini sudah mulai memperoleh momentum besar.
17:03
And not bad for a project that almost every ad agency we talked to
Tidak buruk untuk projek, yang menurut semua agensi periklanan
17:06
advised their clients not to take part.
mereka menyarankan klien mereka tidak mengikuti projek ini.
17:09
What I always believe
Apa yang aku percaya
17:11
is that if you take chances, if you take risks,
adalah, ketika kau mengambil kesempatan, kalau kau mengambil resiko,
17:13
that in those risks will come opportunity.
dalam resiko itu ada kesempatan.
17:15
I believe that when you push people away from that,
Aku yakin kalau kau mendorong orang dari hal tersebut,
17:18
you're pushing them more towards failure.
kau mendorong mereka untuk gagal.
17:20
I believe that when you train your employees to be risk averse,
Aku percaya, ketika kau melatih karyawanmu untuk menghindari resiko,
17:22
then you're preparing your whole company
kau mempersiapkan perusahaanmu
17:25
to be reward challenged.
untuk tidak memiliki penghargaan.
17:27
I feel like that what has to happen moving forward
Aku merasa apa yang telah terjadi saat bergerak maju
17:29
is we need to encourage people to take risks.
adalah kita perlu untuk mendorong orang untuk mengambil resiko.
17:31
We need to encourage people to not be afraid
Kita perlu untuk mendukung orang agar tidak takut
17:34
of opportunities that may scare them.
terhadap kesempatan yang menakutkan bagi mereka.
17:36
Ultimately, moving forward,
Akhirnya, bergerak ke depan,
17:38
I think we have to embrace fear.
aku rasa kita harus merangkul rasa takut.
17:40
We've got to put that bear in a cage.
Kita harus meletakkan beruang ini ke dalam kerangkeng.
17:42
(Laughter)
(Tertawa)
17:44
Embrace fear. Embrace risk.
Merangkul rasa takut. Merangkul resiko.
17:51
One big spoonful at a time, we have to embrace risk.
Satu sendok demi satu sendok, kita harus merangkul resiko.
17:54
And ultimately, we have to embrace transparency.
Dan akhirnya, kita harus merangkul keterbukaan.
17:57
Today, more than ever,
Saat ini, terlebih lagi,
18:01
a little honesty is going to go a long way.
kejujuran akan membuahkan hasil.
18:03
And that being said, through honesty and transparency,
Dan dengan itu semua, melalui kejujuran dan transparansi,
18:05
my entire talk, "Embrace Transparency,"
presentasi saya, "Rangkullah Keterbukaan,"
18:08
has been brought to you
telah dipersembahkan untuk anda
18:11
by my good friends at EMC,
oleh teman-temanku di EMC
18:13
who for $7,100
dengan $7.100,
18:16
bought the naming rights on eBay.
membeli hak penamaan di Ebay.
18:18
(Applause)
(Tepuk Tangan)
18:20
EMC: Turning big data
EMC: Merubah data yang besar
18:29
into big opportunity
menjadi kesempatan yang besar
18:32
for organizations all over the world.
untuk organisasi di seluruh dunia.
18:34
EMC presents: "Embrace Transparency."
EMC mempersembahkan "Rangkullah Keterbukaan."
18:36
Thank you very much, guys.
Terima kasih.
18:39
(Applause)
(Tepuk Tangan)
18:41
June Cohen: So, Morgan,
June Cohen: Morgan,
18:54
in the name of transparency,
atas nama keterbukaan,
18:57
what exactly happened to that $7,100?
apa yang terjadi pada $7.100 itu?
18:59
MS: That is a fantastic question.
MS: Pertanyaan yang bagus.
19:01
I have in my pocket a check
Di kantongku ada cek
19:04
made out to the parent organization to the TED organization,
untuk organisasi induk dari organisasi TED,
19:07
the Sapling Foundation --
the Sapling Foundation,
19:09
a check for $7,100
cek senilai $7.100
19:11
to be applied toward my attendance for next year's TED.
untuk kehadiranku di TED tahun depan.
19:13
(Laughter)
(Tertawa)
19:16
(Applause)
(Tepuk Tangan)
19:18
Translated by Teddy Budiwan
Reviewed by Amir Sudjono

▲Back to top

About the speaker:

Morgan Spurlock - Filmmaker
Morgan Spurlock makes documentary film and TV that is personal, political -- and, above all, deeply empathetic.

Why you should listen

Though it was as high-concept as any reality-TV show, Morgan Spurlock's 2004 film Super Size Me was something else entirely: a critique of modern fast-feeding, wrapped in the personal story of a charming, curious host. And "host" can be taken literally: eating only McDonald's for 30 days straight, Spurlock went into a shocking physical and emotional decline, showing via his own body the truth about junk food. After this Oscar-nominated doc came Spurlock's three-seasons-long unscripted TV show, 30 Days, based on another lifehack: Send a person to live, for 30 days, inside another worldview. Stories from 30 Days are human, engaging, surprising: An anti-immigrant activist warms to a tight-knit family of border-crossers; an outsourced US engineer meets the Indian engineer who holds his old job; a former pro football player spends 30 days navigating the world in a wheelchair.

In 2008, Spurlock released Where in the World Is Osama Bin Laden?, about his months-long trek through Afghanistan, Saudi Arabia, Egypt, Israel, Palestine ... following leads and interviewing people along the way. (In an interview, he guessed he got within 50 miles of Osama before winding up the hunt.) He was also part of a group-filmed version of Freakonomics. He wrote a book about his fast-food odyssey, called Don't Eat This Book -- while his wife, vegan chef Alex Jamieson, wrote a bestseller about the eight-week cleansing diet she put Spurlock on after he got supersized.

His latest film, The Greatest Movie Ever Sold, dives into the mysterious world of brand sponsorship, a major influence on how pop culture is developed and shared. Almost totally sponsored itself, the film was the first to be sold at Sundance 2011, and, it's said, made a profit before it even opened. The film debuts in US theaters on April 22, 2011.

 

More profile about the speaker
Morgan Spurlock | Speaker | TED.com